hehehe…tapi itulah cintaku, aku cinta dia dan dia cinta kepadaku.Kami akhirnya hidup bahagia, dan aku punya dua anak darinya. XNXX Jepang “Tidak wan, jangan….AAAHH”, mbak Intan memiawik. Mbak Intan menatapku. Saya umumnya memanggilnya mbak Intan, rutinitas dari kecil mungkin saja.Ia tinggal sendirian berbarengan ke-2 anaknya, sejak suaminya wafat saat saya masihlah SMP ia membangun usaha sendiri di kota ini.Yakni berbentuk tempat tinggal makan yang lumayan laku, dengan bekal itu ia dapat menghidupi ke-2 anaknya yang masihlah duduk di SD. Kami mirip sepasang suami istri, mbak Intan rasanya nggak menolak ketika tangannya aku gandeng.Mungkin karena barang bawaannya banyak.Di mobil pun kami diam. Kulumat, kujilat, kuhisap. Mbak Intan tampak mencoba untuk menghindari pandanganku. Dari SMA aku selalu membuat wanita disekolah histeris saat aku berolahraga, dari bermain basket , sepak bola dll. Aku pun masuk kamarku dan tertidur. Aku pun masuk kamarku dan tertidur. ” Ia tersenyum, “Ya telah, pijitin saja”




















