Aku merasakan batang kemaluanku yang basah oleh cairan dari lubang surga milik Lisa. Nafas kami saling memburu. Bokepin Selama ini Lisa hanya memanggil nama asliku seperti yang tertera di dalam absen kelasku. Nafas kami saling memburu. Aku tidak lagi memerlukan tangan mungilnya untuk membimbingku. Aku hanya terdiam, aku tidak berani bergerak. Lisa kemudian menghampiri lemari pakaian di samping televisi.“Aku punya tiga buah baju baru, coba kamu nilai mana yang paling bagus.”Kujawab dengan singkat, “OK!” lalu kembali aku menonton McGyver kesayanganku. Aku menghentikan sejenak permainan lidahku, kuangkat pinggul yang indah itu dan kugendong dia menuju ke tempat tidur yang terletak tepat di belakang kami berdua. Salah satu dari guru praktek itu bernama Lisa. Aku mencari Lisa, bidadari yang merenggut keperjakaanku.“Lisa… hey…!” Lisa menengok dan matanya melotot.“Ups… Ibu Lisa!” Aku lupa, dia kan guruku.“Sampai ketemu lagi ya, jangan lupa belajar!” sambil menaiki tangga bus dia menyerahkan surat padaku.




















