Rasa jengah dan nikmat membaur menjadi satu.“Pake malu-malu lagi !”, kak Dewi memaksaku melepaskan bantal. Ada ketakutan dimatanya.“Masalah apa ?”,“Sinta…!”,“Oh…!”, aku mengangguk perlahan.“Jangan sampai Mamah tahu !’,Aku hanya menatapnya, lalu tersenyum hambar.“Janji ?!”, kak Dewi menatapku dalam-dalam.“Janji !”, kataku sambl mengacungkan telunjuk dan jari tengahku.“Tedy boleh minta apa aja, pasti kakak turutin, syaratnya satu, gak boleh bocorin rahasia !”,“Tenang…aman !’, kataku agak bergetar.“Tedy mau minta apa sama kaka?”, nampaknya kak Dewi mencoba bernegosiasi, he he….“ng…gak minta apa-apa deh…mmm…”, sungguh tak terpikir untuk minta sesuatu pada kak Dewi, lagi pula aku sama sekali gak kepirkiran untuk membocorkan rahasianya. Film Porno Aku terbaring ke samping. Kemaluanku menggesek-gesek persis kemaluan kak Dewi. Ayo makan rotinya !“, kata kak Dewi sambil menuangkan air putih mengisi gelas dihadapanya, lalu meneguknya perlahan. Aku meremasnya perlahan. Keringat dingin membasahi tubuhku yang hanya mengenakan training.




















