terdengar bunyi pintu utama diketok seseorang.“Permisi… selamat malam pak Darto…!”, rupanya itu suara pak hansip, Urip namanya yang mengetok pintu. “Hi-hi-hi… kirain sih… masih dalam proses pemeriksaan… hi-hi-hi…”.Malah sekarang Dartowan terheran-heran dengan reaksi Ningsih atas kata ‘rayuan’-nya tadi. XNXX Jepang Hi-hi-hi…”.“Wahhh… pintar juga kamu…”, kata Dartowan yang tanpa sadar masih saja tetap menggaruk-garuk kepala yang sebenarnya tidak gatal.“Sudah-sudah pa… jangan digaruk-garuk terus tuh kepalanya pa…! Silahkan kemari… bu…!”, teriak Urip kepada ibu-ibu disana.Bi Nurasih dengan mengandeng tangan seorang wanita yang lebih muda tapi sangat mirip sekali dengan wajahnya sendiri dalam versi 20 tahun lebih muda, datang mendekat…“Ohhh… bibi kiranya…! Dan Dartowan memakluminya.“Begini dik… kumpulkan air liur dibawah lidahmu”, kata Dartowan memulai percakapan setelah Ningsih duduk di kursi didepan yang menghadap padanya.




















