Dan berharap semoga senyum itu tetap tersungging jika berhadapan denganku.Lalu…mulailah kutempuh perjalanan baru bersama anak tiriku yang sudah lama punya “perhatian khusus” padaku itu. Bokep Barat Tapi awas…jangan sampai ada yang lihat. “Pri…bunda ingin kamu jawab sejujur- jujurnya ya,” kataku sambil menepuk lutut Prima yang saat itu mengenakan celana pendek abu-abu dan baju kaus oblong putih. Entahlah. Cicih bertugas bersih-bersih rumah serta pekarangan depan, lumayan tidak sedikit juga tugasnya, sebab rumahnya 3 lantai serta luas tiap lantai sama. Dalam kaget kututupi sepasang payudaraku dengan kedua tanganku. Dan Prima tampak serius. Apakah ia merasa makin terobsesi olehku sejak melihatku cuma bercelana dalam saja pada waktu mau memberikan tanda bukti pengiriman paket dari Mama itu ? “Iya.” Lalu aku melangkah menuju kamarku.Tanpa mengetahui apa yang akan terjadi nanti. Serta itu berarti payudaraku bakal terbuka di depan mata anak tiriku. Bundaaaa….”
“Ayo…bayangkan aja kamu sedang ML sama bunda…biar sampai ngecrot…biar kamu tenang




















