“Sikapmu itu lho…kenapa belakangan ini kamu keliatan murung terus ? XNXX Jepang Lalu duduk sambil menatapku… memandang dari ujung kaki sampai kepalaku. Tak lagi terpecah-pecah. Pertanyaan itu pun makin membulat. “Pri…bunda ingin kamu jawab sejujur- jujurnya ya,” kataku sambil menepuk lutut Prima yang saat itu mengenakan celana pendek abu-abu dan baju kaus oblong putih. Lalu…apakah perkawinanku dengan Kang Eman berlangsung mulus tanpa cela sedikit pun ? Dan kataku,“Nanti malam, kalau yang lain sudah pada tidur, kamu masuk diam-diam ke dalam kamar bunda ya. Bukankah cowok 18 tahunan itu telah kuanggap anak sendiri ? Kenapa aku tidak mencari jawaban pada dirinya langsung, tanpa harus bertele-tele memikirkannya? Kenapa sikap Prima jadi berubah begitu? Bahkan hingga ke kolong tempat tidurnya kuperiksa. Dan mencolek-colekkan moncongnya ke mulut kemaluanku. Kenapa aku tidak mencari jawaban pada dirinya langsung, tanpa harus bertele-tele memikirkannya?




















