Gak Tahan Lagi, Pengen Lebih

Thee Blake Blossom works her seductive magic and drives Nathan Bronson as close to cumming as possible. Bokep Hot Wearing only underwear and a blindfold, Nathan is bound and seated on metal chair with his wrists tied to two bedposts and his legs to the chair, leaving him exposed and vulnerable for Blake to do whatever she wants. She starts with some kisses, caresses, and sweet talk in his ear. She teases his hard cock outside of his underwear and it throbs, almost asking to be free. Blake grinds her ass on him and then kneels between his legs. She takes his cock out and licks just the tip. She strokes and sucks him and almost cums, but it’s not time. Finally Nathan is bound lying on the bed, his wrists and ankles tied to each bedpost leaving his naked body completely to Blake’s desires. She lets him suck her perfect tits and fingers her pussy while she strokes him. Blake grabs him by the balls and taint and goes to town throat fucking herself and Nathan’s eye’s roll to the back of his head as he tries hard not to cum. Blake stuffs her panties in Nathan’s mouth while stroking and sucking his cock and then sits her pretty pussy on his face and lets him lick it. Blake slides Nathan’s cock in her pussy and fucks him good, getting a few orgasms for herself before finally giving him what he really wants and strokes him past the edge and Nathan finally blows his load.

Puas sekali rasanya menyetubuhi mbak Sinta nan ayu ini. Terkadang diapun mengoyang-goyangkan pantatnya ke kiri dan ke kanan.Suara deritan ranjang, erangan mbak Sinta, serta erangan suara dari DVD memenuhi kamar kosku. Aku segera membuka T-shirt yang masih aku pakai. Akupun segera memasukkan penisku kembali ke dalam vaginanya.«Ohh..enak Wan…terus Wan..ohhh..yang cepat…ohhh» desah mbak Sinta saat kupompa tubuhnya. Payudara yang ranum dan besar, dengan putingnya yang menonjol menantang. Kuhisap habis cairan kewanitaan itu, dan tak lama mbak Sintapun menjatuhkan tubuhnya di sebelahku.«Kamu hebat Wan..dengan mas Joko belum pernah aku orgasme seperti tadi» katanya sambil tangannya mengusap-usap dadaku.«Mbak istirahat sebentar ya» katanya lagi. Aku tak kuasa lagi untuk menahan erangan nikmatku. Tampak gairah mbak Sinta kembali bangkit melihat adegan itu.«Punyamu besar begitu nggak Wan?» tanyanya sambil tangannya mulai merabai kemaluanku.«Lumayan deh mbak. » katanya lagi.«Pantas jadi genit begini» pikirku.Sesampainya di tempat kosku, aku langsung masuk ke kamarku bersama mbak

Gak Tahan Lagi, Pengen Lebih

Related videos