aku terus mengelus memek ku dengan jemari ku dengan pelan dan menggigit bibir ku agar tak terdengar desahan kenikmatan ku. Kemudian aku melepaskan kaitan rok panjang ku dan meloloskan nya melalui kedua kaki ku.Kemudian disusul oleh celana training panjang yg juga selalu ku pakai agar betis ku tak tersingkap disaat aku berjalan. Bokeb Jalanan masih dalam keadaan macet, preman disampingku meletakan tas ranselnya diatas pangkuanya.Lalu ia menuntun tangan ku yg tak pernah disentuh oleh laki laki selain ayah dan kakak laki laki ku menuju daerah selangkangan nya. Terdengar dari suaranya bahwa itu bukanlah suara bu Endang. baiklah aku mau.Karena motor yg dipakai Iwan dan Dimas adalah motor sport, aku kesulitan jika duduk menyamping. Begitulah kebijakan pemilik kos tempat ku tinggal ini yg sangat aku sukai.Seumur hidupku, aku belum pernah mengalami apa yg orang sebut dengan pacaran.




















