Wajahnya melukiskan kebahagiaan dan ketenangan. “Hanya maaf?” Jay tertawa. Link Bokep Beginikah perasaanmu sesungguhnya? Inilah kita.”
Aku tak mau menoleh. Ah. “Ray…”
Ah! “Ah.. Wajahnya terlihat berseri-seri, membuatku sedikit mendongkol karena masuk dalam jebakannya. Jay sekarang ada di sebelahku, dengan rokok Dji Sam Soe kretek di bibirnya. Jay, kembarannya, dan sahabat terbaiknya. Kurangkul dia dan kubiarkan air mataku membasahi bahunya.PenutupJay menyukai Chie. Mungkin aku takkan sesedih Chie, mungkin juga. Itulah sahabatku, gadis cerewet yang berbicara seperti kereta api, yang kukenal sejak penataran mahasiswa baru. Sial benar. “Bule? Kini semua rangkaian cerita sudah lengkap.Akulah Ray. Egois.”
Tuduhan itu membuatku terdiam. Ah, memang teman lebih berharga daripada pacar. Demi Tuhan.




















