Bukankah itu yang tadi pagi dilemparkan Tante Indri dari jendelanya?! Entah berapa liter keringat kering di celana dalam ataupun kutang yang larut dalam ludahku. Bokepin Ampuunn.. Khayalanku mengangkat aku dari bumi. Tanganku buru-buru memasukkan kondom itu ke penisku. Aku merinding menahan desir hati ini. Aku ingin selekasnya bisa ‘nyeruput’ sperma yang meleleh itu.Aku mencoba mengangkat satu dengan tangan kananku. Aku ingin menelan kondom itu.. Uuhh.. Aku merinding menahan desir hati ini. Hhh..Aku tak tahu lagi. Nampak ada lendir yang meleleh bening ketatakan. Aku bayangkan lendir-lendir kewanitaan Tante Indri nempel pada dinding luar kondom itu. Rasanya aku tak ingin melepaskan pandanganku pada apa yang kini dalam jepitan tanganku.Aku dekatkan kondom itu ke mukaku. Ataukah sudah sadar?


















