Yah kecuali kalau cowoknya memakai obat atau si Cowo sudah pengalaman alias nggak perjaka. Segera aku bangun dan dihisapnya. Bokepin “Tahu gini mendingan beli sate dari pada pelihara kambing,” kataku meledek. “Iya memang itu sumber masalahnya,” jawabnya. Selain itu juga mengencangkan wajah!” katanya. Tampak cairan putih alias spermaku meleleh dari vagina istriku. Sekejam-kejamnya ibu tiri tidak sekejam ibu kota, memang ada benarnya. Saat malam, aku benar-benar “pingin” banget, soalnya yaitu, dia kalau tidur nggak siang atau malam selalu hanya CD dan bra hitamnya saja, sementara kulitnya lumayan putih, jadi kan “arus bawah” selalu meronta. Aku berikan alasan bahwa biaya terbesar untuk mempunyai anak adalah pendidikan dan kedua kesehatan, sehingga dengan kondisi yang belum stabil, aku belum berani ambil resiko – kita selalu bermusyawarah dengan memberikan alasan yang masuk akal, sehingga tidak ada larangan tanpa alasan – alias otoriter.




















