Aku sempat memberinya sebuali kecupan kecil dibibirnya, sebelum memejamkan mata. Langsung disodorkan padaku. Bokep Colmek Begitu juga yang terjadi denganku. Sementara bekal yang kubawa dari kampung semakin menipis saja. Terima kasih”, ucapku menolak halus. Sudah barang tentu Nyonya Wulandari merasa kesepian. Saat itu kedua mata Nyonya Wulandari terpejam. Sejak malam itu aku kerap kali dipanggil ke dalam kamarnya. Setiap hari aku berjalan. Terkadang ada juga mobil yang minta diperbaiki. Tidak kalah dengan tubuh gadis-gadis remaja belasan tahun. Sekujur tubukku mendadak saja jadi menggeletar seperti terserang demam, ketika dia menghampiri dan langsung melingkarkan kedua tangannya ke leherku. Padahal aku sendiri perlu dikasihani. Aku bisa berkata begitu karena bukan cuma jadi sopir dan pengawal saja. Kemewahan memang tidak selamanya bisa dinikmati. Wanita ini benar-benar seorang maniak.




















