Weeek…!!” jawab Nita sambil memeletkan lidahnya.“Hmmmm….!” Aku berdehem sejenak lalu berkata. Bokep Ojol Aku memasang wajah memelas sehingga kegantenganku berlipat, “Bentar kok, cuma 5 menit doang.”“Kagak pakai acara ngopi-ngopian.”“Aduh… Duh… Duh… Sakit, Nit….”Jewerannya mendarat dan kupingku langsung diseret menuju kelas PA2. Aku genggam erat spatula di tangan kanan, sementara tangan kiri menekan ganggang wajan. Namanya adalah Nina.“Udah dari tadi di sini?” tanyanya penasaran.“Barusan kok. Bedanya, mereka bukan lagi mengagumi ketampananku, melainkan sedang menertawakanku.“Aduh, telingaku sakit, Nit.” protesku sambil berusaha melepaskan tangannya yang masih saja menjewerku.“Biarin, biar sekalian telinganya copot!” sahut Nita tanpa mempedulikan rintihan dan ringisanku.Emmmm…. Kalau kamu?” sahutku dan balik bertanya.“Hari ini, aku gak ada kuliah!” sahutnya memberitahu. Oh God!!! Kan kata itu yang aku maksud, aku lagi nyabunin badan di kamar mandi.”“Iiiihhhh…. ●°●°●Rumah Nita“Rumahmu kok sepi amat Nit?” tanyaku padanya.“Iya Bi Iroh, ijin pulang kampung karena cucunya lagi sakit, terus tadi waktu di kampus mama whatsapp




















