Kumanfaatkanlah kesempatan ini, satu organisasi dengan Tiyas membuat aku sering bertemu dan bisa dibilang sering saling berhubungan dalam hal organisasi. Bokepin Tiyas berteriak, Ahhh sakiiittt Fredi!! “Owh kamu Fredi, gak papa kok, ni sekalian aku selesaikan jadi nanti aku udah bebas gak ada tugas lagi” jawab Tiyas. Aku mulai membuka topik pembicaraan meskipun sedikit canggung dan tidak tahu apa yang ingin aku bicarakan. Lalu aku mulai memberanikan diri Fredigan menanyakan tentang kehidupan dia. Hal itu kelihatan sekali dari responnya terhadap percakapan yang kami buat. Kami tidak berhenti sampai disitu saja. Cewek cantik menjadi penghias mataku saat pertama kali aku masuk ke sebuah pondok. Serasa sudah mendapatkan lampu hijau dari Tiyas, aku mulai memberanikan diri tuk membuka pakaiannya. Dan saatnya mengantarkan Tiyas pulang kami sempat berciuman pada saat aku mengantar Tiyas.




















