Aku berdiri di depan gadis itu. Aku tidak tahu tahu kalau sejak Maya masuk tadi Nancy mengintip di depan kamar.“Nancy? Vidio Porno sini.. Ujungnya tersentuh sesuatu cairan yang hangat. Aku tarik kembali penisku. Aku cuman tersenyum kecut.“Udah putus aku sama dia.” jawabku kemudian.Nggak tahu deh, tapi aku menangkap ada yang aneh dari gelagat Maya. Masss… jangan… aku uuuh…”Ketika kulepaskan maka nampaklah bekasnya memerah menghias di leher Maya.“May… kaosnya dilepas ya sayang…”Gadis itu hanya menggangguk. Yang pasti aku tak menyesal perjakaku hilang di vagina-vagina mereka. Kutarik kembali penisku nan perkasa. Aku cumbui leher wangi itu. Mayapun terlelap kecapaian.Kreek… Pintu kamarku dibuka. Setidaknya aku bisa mengobati kekecewaanku kepada Rere.Malam makin sepi. Aku segera menengok ke arah pintu dengan blingsatan. Aku duduk merapat pada Maya.“Maya suka sama Mas Ivan?” ulangku.“Iya.” gumamnya lirih.Bener!!




















