“Udah besar ngompol. Mukaku tepat di antara bukit
kembarnya, sedang kejantananku tepat di kewanitaannya. Film Porno Tanda kamu sudah dewasa”. Pak Rochim? Aku memicingkan mata, menguceknya dengan tanganku. Saat mataku melihat lemari Kak Tina yang terbuka (biasanya
selalu dikunci), aku tergerak untuk mencari novel yang
disembunyikannya. Mengeluarkan sapi dan menambatkannya di kebun
belakang rumah, lalu kemudian mengisi bak mandi. Aku agak risih saat tangannya menyentuh kejantananku. Suatu rasa yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Seeerrr, darahku semakin berdesir. Aku dan Kak Tina berpelukan telanjang bulat di atas ranjang kami. Aku
kaget! Saat
ini aku merasakan puber yang sebenarnya.Saat tangan Kak Tina mencoba
meraih ritsluiting celanaku, terdengar suara motor bebek memasuki
halaman rumah. Kamu masih kecil dan polos”, Katanya. Jantungku berdebar-debar. Kejantananku meronta
di balik celanaku, yang saat itu belum terbiasa memakai underwear.




















