Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Tes! Bokep Japan Tapi mudah-mudahan sih nggak kenapa-kenapa,” ucap isteriku lagi.“Ya sudah, kalau begitu naik bajaj saja,” jawabku ringan.*******Pertemuan dengan mitra usahaku hari ini ternyata diundur pekan depan. Katanya mau kayak Rasul? Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud (**) dan ‘iffah (***) sepertimu? Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Selera makanku mendadak punah. “Ummi… isteri sholihah itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga. Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Dug! Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja.












