“sekarang kita lihat rambutmu Da..” ujar Faruk sambil melucuti jilbabku. Bokep Montok saat itu aku sedang tidak ada kuliah, jadi aku sendiri di kost. dan inilah pertama kalinya aku menyaksikan tongkol laki-laki. aku hanya mengangguk pelan sambil berusaha memfokuskan pikiran. Akupun membuka minuman itu dan meminumnya. Namun aku cenderung supel, senang tersenyum, periang dan aktif. aku mendorong tubuh Mas Taufik yang menindihku, tapi dia malah menekankan tubuhnya.“Sakit!!” ujarku sambil meringis menahan sakit, “jangan!! Tiba-tiba tangan mas taufik menyentuh pundakku dan menarikku ke pundaknya.Entah apa yangaku pikirkan tapi badnku sangat lemas dan tidak bisa bergerak. Kesalahanku adalah aku terlalu supel dan cepat dekat dengan laki-laki tanpa memikirkan bahwa mungkin saja mereka memiliki niat jahat.




















