Yang jelas semenit kemudian ia telah kembali dan berusaha merangkulku. Video bokep Kubuka kaca jendela. Lima menit aku terbengong-bengong sendiri. Dan teringat Felly. Terus terang hal terakhir yang kubutuhkan saat ini adalah berbicara dengannya. Tapi entah mengapa aku tidak tertarik padanya. Entah kapan ia mengambil kunci wrenglerku. HRC hampir tutup. Keterlambatanku dengan selalu menyalahkan kapitalis-kapitalis rakus itu, dimaafkannya dengan mudah. “Pak Ricky, telepon dari Felly,” Indri, sekretarisku di interkom. Dengan janji kami jalan bareng lagi. “Aku sekarang ada di Lobby bawah, gimana kalau kita makan siang?”
“Sorry Fell, kemaren ada trouble di server di Singapore,” Aku menghela napas, “Ok 10 menit lagi aku ada di Lobby bawah.”Senang? Dan sekarang kejadian lagi. Tempat ini sejarah bagiku. Hanya beberapa kalimat “Black Label double” pernah kuucapkan sebagai komunikasi nyata antara aku dengannya.Malam itu malam minggu.




















