Ia juga mendesah-desah tak keruan. Bokep Mom Kuharap kau
bisa mengerti dalam hal ini,” kata Pak Wijaya dengan tenang.“Tetapi…” protes Pak Heru dengan wajah tak terima, namun segera dipotong oleh Pak Wijaya dengan kata
yang sama,
“Tetapi…” kata Pak Wijaya sambil menggunakan tangannya seolah memberi tanda untuk tidak menginterupsi
kalimatnya. Tapi Pak Heru
sungguh beruntung. Juga ia
menyadari betapa putih bening gadis ini yang amat kontras banget saat menempel di kulit tubuhnya yang
coklat sawo matang. Jadi, maafkan daku beribu maaf deh. Rambutnya yang panjang nampak agak tak teratur menempel di kulit
tubuhnya yang putih. Orang hebat seperti kau, tak perlu belas kasihan orang kampung rendahan
seperti aku.”
“Ah, sepertinya Pak Herulah yang merendah. “Yah, begitulah Pak, anak jaman sekarang,” keluh Pak Wijaya setelah A-mei meninggalkannya. Ngomongnya di dalam aja,” kata A-mei dengan ramah sambil membuka pintu lebar-lebar dan menarik
tangan Pak Heru untuk masuk ke dalam kamarnya.Sikap A-mei terlihat jelas berubah drastis.




















