Aku langsung menolak, karena waktu itu aku memang mau ke undangan pernikahan kawan dekatku. Aku tidak mau nantinya berakhir di kantor security atau apa, pikirku. Bokepin Sudah lama sekali aku tidak disentuh laki-laki. Nah, di sinilah aku ketemu lagi dengan Kelvin. Dengan begitu, yang ada di bahuku hanyalah seutas kain bagaikan tali yang berasal dari gaunku. Tidak keras, tapi cukup membuat dia kaget. Sejujurnya aku ingin menikmati apa yang dia tawarkan, harus kuakui aku memang membutuhkannya. Di sela-sela ciumannya, ternyata aku masih ingat akan gaun yang akan menutupi tubuhku di pesta besok, “Uhhh Kelvin… bajuku belum dibayar… hati-hati…” Kalimat ini malah mengingatkan dirinya bahwa aku masih berpakaian, diangkatnya bagian rok gaunku ke atas melewati kepalaku.




















