Mendengar jeritanku Roni merasa kasihan dan menghentikan aksinya sebentar. Kurang lebih lima belas menit dimuka café, penulis mengajak gadis itu kedalam café. Bokep SMA Terlintas juga dalam benak penulis “gadis cantik seperti itu lagi ngapain di muka cafe ? Sementara radio rekamannya dia pegang, aku minta dia ngga kasih. Kupanggil pelayan café untuk membayar minuman. Saat itu juga gadis yang seksi, manja mencubitku dengan kesal. Ramah coba-coba ingin merubah nasib menjual diri di café-café. Ramah memang nakal, mau tahu aja apa isi dalam tas aku. Dia mengambilnya dan mengeluarkan tape rekamannya, memutar balik isi kaset. Sewaktu dalam perjalanan Ramah memeluk aku sangat kencang sepertinya takut kehilangan. Perjalananpun dilanjutkan kesebuah plaza dengan mesra Roni memberanikan diri memegang jari tangan Ramah yang lembut dan halus.




















