Rontaan Grace yang melemah, membuat ciuman Keanu perlahan turun di perut dan terus menuju selangkangan Grace. Bokep Montok Dengan kekuatannya diraihnya kedua kaki Grace, dan diseretnya ke matras. Aku tunangan temanmu sendiri….please,Ken!”
“Aku sayang kamu,Grace. “Kamu kedinginan, Grace?”
Grace masih terdiam sambil menangis. Tanpa disadarinya, kedua tangan mungilnya memeluk pinggang pemerkosanya untuk mendapatkan hujaman terdalam. “Grace, aku tidak memintamu untuk memaafkanku….”Suara Keanu membelah kesunyian malam itu. Kaset DVC Pro dikeluarkannya, dan dilempar ke api yang masih menyala. Payudaranya seolah terlempar-lempar. Dia pun memberanikan diri untuk terus mendekat, tangan kekarnya menahan tangan mungil Grace yang hendak meraih kaos tidurnya.“Aku sudah lama mencintaimu, Grace.”
“Kamu sudah gila, Ken. “Cuuuuuh….” Grace melawan dengan meludahi wajah Keanu. Menghilang begitu saja seperti janjinya. Dengan posisinya sekarang, Grace bisa melihat gelapnya malam di luar pintu tendanya. Ada perasaan kecewa terbersit dari Grace ketika penis Keanu terlepas dari liangnya.




















