“Hebat juga lo Thia semalem” pujinya
“Sakit semua nih Rei” jawabku sambil meringis “Gue pulang dulu ya capek nih”
“Ya udah tapi minum ini dulu ya?” katanya sambil menyogorkan gelas yang penuh dengan sperma “gue tau loe pasti suka”
“Aduh Rei gue laper banget, dari kemaren malem gue blom makan” jawabku mengiba. Bokep China Sudah sejak 3 tahun lalu, aku selalu “haus seks”. Aku pun menjadi malu sendiri. Dengan kemacetan LA aku pun tiba di tempat Rei setelah setengah jam di mobil. Ternyata benar, aku tidak tau apa nama kartuku tetapi meraka ngomong kalo aku kalah. Aku memang sudah biasa dengan kelakuan Rei. “Loe itu di sini buat muasin kita kita. Bye”
Sejak hidup di LA, aku selalu suka dengan kehidupan malam. Aku cuma diam saja dan menunduk. Maka memekku pun terpampang dengan jelas ke cowok cowok yang laen. “Halo Thia, lagi ngapain?” tanya si Rei. Payudaraku yang berukuran 34 c itu




















