Kali ini aku sedikit ragu untuk mengganti celanaku di hadapannya. Hujan rintik tidak menghentikan jalanku menuju kosan. Bokep China Segera saja ku sambangi warkop tersebut. Jadi ya tinggal aku deh sendiri hehehe.”Aku hanya menganggukan kepala tanda kalau aku memahami situasinya.Ku perhatikan Sinta dengan seksama kali ini. Tuh liat gak?” Si pemilik warung menunjukan tangannya ke arah rumah yang letaknya tidak jauh dari warung tersebut.Aku pun mengangguk.“Makasih ya, Pak…” Jawabku.Ku datangi rumah tersebut. Bisa dibilang ia juniorku di kampus, tapi sayangnya tidak pernah ketemu karena berbeda jurusan apalagi sekarang aku pun sudah lulus dan bekerja.Sinta juga bercerita sedikit tentang pacarnya dahulu. Tanpa pikir panjang, segera ku ambil tersebut. Kasurnya king size, cukup untuk tidur 4 orang sepertinya. Begitu tanganku menyentuh payudaranya, Sinta seakan berubah menjadi binatang yang haus dan liar. Pikiranku pun mulai macam-macam.“Gak takut emang tinggal di rumah segede gini sendirian?” Tanyaku untuk mengalihkan fokus agar tidak memikirkan




















