Yang pasti hari itu begitu hebat permainan yang aku lakukan denagn Ica.Setelah siap, aku check out dan meluncur kearah terminal Bungurasih.“Kamu hati-hati Ica” sambil aku kecup keningnya.“Terima kasih Mas buat permainan semalam dan tadi pagi” kata Ica berterima kasih.“Kamu memang luar biasa Mas” puji Ica.Akhirnya tubuh Ica yang semampai bergegas meninggalkan mobilku untuk menuju ke antrean bus menuju kota K. Bokeb Setan bertanduk semakin aktif mengetuk pikiran kotorku untuk langsung bercinta dengannya.Sesampai di hotel aku langsung minta kunci dan menuju kamar lantai 2 nomor 222.“Lho Mas kenapa kok booking yang 2 bed?” tanya Ica.“Lho memangnya kenapa?” aku berlagak bengong.“Ica pengennya yang satu bed, supaya bisa berduaan,” jawab Ica polos.Walaupun setan sudah pada meringis diatas kepalaku dan bilang, yes!




















