Melihatnya aku menjadi minder. Susan ini adalah satu-satunya pelamar yang berhasil terpilih. Bokepin Ini sih mulai kelewatan! Lalu aku memilih lima gaya yang menurutku bagus. Payudaranya yang montok bergantung indah di dadanya, seimbang dengan pinggulnya yang montok pula. Wah, sainganku ini top sekali. Jangan!” Aku memberontak-berontak sebisa-bisanya. Siapa tahu aku diterima jadi foto model. “Kamu memang benar-benar cantik, Hanny”, kata Adolf sambil mencium tengkukku sementara tangannya masih terus merambah kedua bukit yang membusung di dadaku.Tiba-tiba dengan kasar, Adolf mendorongku, sehingga aku jatuh tertelentang di sofa. Aku meronta-ronta kesakitan. Sementara kulihat ruangan itu telah kosong. Kubolak-balik halaman-halaman surat kabar. Astaga! Kalo kamu ingin berhasil seperti Susan, kamu harus berani seperti dia, Han”, kata Adolf sambil menunjuk ke arah gadis cantik yang bugil itu.




















