“Lapar yaa?”
Miranda hanya mengangguk.. Lepasin dong..”
“Kamu bohong.. Film Porno Haa..!”
“Tenanglah Miranda, kamu aman di sini.. Praanngg!!”Lamunanku buyar saat kulihat Miranda meronta-ronta hingga kakinya menendang gelas wineku hingga terjatuh dan pecah!“Crreett..”Lakban yang menutup matanya aku lepas. Mulutnya hari ittu kembali aku lakban.. Nah berliburlah kami disini haa.. Namun aku bisa rasakan bahwa dia mulai mencintaiku.Tidak adalagi permintaannya untuk melepaskan ikatannya karena hari ke dua ke tiga aku sempat melepasnya untuk mandi dan hanya terbelenggu borgol pada kedua tangannya atau kadang hanya mengikat kakinya dengan rantai yang biasa dipakai untuk anjing.. Di mana aku sekarang.. Mulutnya hari ittu kembali aku lakban.. Serta dengan langkah awal pengamanan aku sumbat mulutnya dengan lakban serta mengikat tangannya ke belakang dengan lakban yang sama.Aku bergerak meninggalkan tempat itu, melarikan mobilku ketempat yang lebih sepi. Jangan”Lalu aku bopong Mirandaku yang terikat itu ke kamar tidur yang satu lagi di apartemanku.


















