Mereka pun memangil kami mas dan mbak. Bokep Bahkan kami sering dirumah hanya bertelanjang saja. Tapi lama-lama rasanya lampunya masih terlalu terang. Istriku pamit, katanya mau belanja sama Bu Lina. “Apaan sih,” kataku agak penasaran.“ Gini lho pa, tapi janji jangan marah ya, papa harus bener-bener pegang janji lho,” kata istriku. “Pak ini kan malam minggu, bagaimana kalau kitapesta barberque di rumah saya, sambil merayakan hubungan baru kita,” aku menawarkan solusi. Katanya Bu Lina sudah bersedia dan Pak Bardi juga mengizinkan bahkan sangat mendukung.Rencana mereka ini ternyata sudah 3 bulan disusun, katanya tiap hari sibuk memikirkan strategi apa yang akan dilaksanakan. Ada kalanya kami ngobyek bareng, jual tanah, jual rumah atau apa saja. Eh sekarang malah istriku yang minta aku ngembat Bu Lina. Meskipun kata-katanya muter-muter, tapi singkatnya aku diminta melakukan hubungan dengan Bu Lina. Aku sendiri hanya bisa punya Avanza, itupun nyicil dengan cicilan yang mati-matian




















