Aku tak langsung menubruknya. Bokep Tante “Itulah satu-satunya penis yang pernah kulihat dan memasuki tubuhku,” tulisnya ketika itu. Alia melenguh pelan. Kami berciuman lagi. Aku dan Alia menikmati seks dengan cara ini. “Engga apa-apa.”
“Pakaianmu masih lengkap.”
“Sama aja kan, Mas puas juga kan?”
“Benar, barusan Mas puas sekali, tapi..”
“Engga pakai tapi,” potongnya. Di luar kebiasaan memang. “Entar Mas, mau ke kamar mandi.” Dia bangkit, masuk kamar mandi dan pintunya dikunci. Payudaranya kuremas. “Mana celana gue,” tagihnya. Aku menindih tubuhnya. Sekali kecupan lalu kulepas lagi. Tiada semilipun bagian payudaranya yang terlewat oleh bibir dan lidahku, Alia merintih. Aku kaget karena Alia tak menolakku merabai kewanitaannya. “Entarlah. Tubuh langsat itu masih terlentang dengan kaki masih membuka. “Emang kalo ke kantor gue mesti pakaian begini?” sambungnya. Lagian kalaupun turun, tak ada masalah bagi Mas.”
Dia diam lagi. Denyutan-denyutan kuat teratur kurasakan pada batang kelaminku di dalam sana.




















