Aku mulai terseret kembali ke tengah lautan kenikmatan. Bokep Live Sesekali dia menanyaku. Tak terlihat beriak di permukaan, tapi bisa menyeretmu tenggelam ke dasar hingga mati kehabisan nafas. Andai kusebutpun kau tidak akan tahu. Ada beberapa hal yang memang aku ganti, ada pula yang aku tambahkan berdasarkan apa yang aku rasakan waktu itu. Dengan kekayaannya, kurasa bapak sudah mampu untuk berhaji bersama ibu. Tapi ah itu hanya harapan kosong. Dan aku tidak mau jadi orang yang celaka. Tapi bagi yang menolak, celakalah dia. Alhamdulillah, mungkin Allah mengirmnya untuk menyelamatkanku. Kami bertatapan. Ini benar-benar terjadi pada saya. Mendung menggantung di ufuk barat menutupi kepergian sang matahari. Anak ini aneh banget! Istighfar membasahi bibirku. Aku berteriak tertahan sambil menghentak-hentakkan kaki. Aku memandangnya dengan muram menahan kegundahanku. Kereta selanjutnya tetap berangkat satu jam lagi.




















