Sambil mengusap-usapkan busa sabun, tangannya terus menyusur hingga tenggelam ke dalam air. Setelah aku meletakkan pting gelas kotor ditempatnya, aku membuka lipatan tissue itu, ada tulisan, “Din, kasi tau dong no hp kamu, boleh ya”. Bokepin Sengaja kalo aku lewat mejanya aku menatap matanya sambil tersenyum, tu bapak juga senyum2 memandangiku. “Berbagi apaan pak”. Oh, nikmatnya, bibirnya terus bergantian menjilati pentil kiri dan kanan dan sesekali dihisap dan terus menjalar ke perutku. “Pak.., sstt.., sstt..! Napsuku naik lagi dengan cepat, saat kembali dia memainkan batangnya semakin cepat. Dan selanjutnya kurasakan tangannya mulai meremas-remas lembut dadaku, kemudian tangannya menelusuri antara dada dan pahaku. Akhirnya dia pelan-pelan mengakhiri serangan dahsyatnya. “Gak om, Dina kos kok, jadi gak pulang jiuga gak ada yang nyariin”. Bibirnya terus menelusur di permukaan kulitku. Aku terkulai di atas tubuhnya.




















