dengan siapa nih.”“Dengan Rully Bu..” kataku.“Oh ya Rull, tadi Ibu telpon tapi kamu belum datang. Bokep Mom saya perhatikan Ibu hampir tiap minggu ke sini ya Bu?” namun pembicaraan ini tiba-tiba terputus. Mata rasanya mengantuk sekali tapi nggak bisa ditidurkan. Tapi kenapa belum ada laki-laki yang mau menikahinya? Tanpa berpikir bagaimana supaya duitnya bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkannya.Nggak berapa lama, muncul Ibu Tia di belakangku,“Pagi Rull..”“Pagi Bu..” kataku agak kaget.Ibu Tia pagi itu memakai pakaian senam warna cream dipadu dengan bawahan warna merah muda, dengan rambut digelung ke atas, sehingga menampilkan lehernya yang mulus dan tergolong panjang. Kupencet bell yang ada di samping pintu gerbang. oh..” aku mengerang kenikmatan.“Ibu.. auch..” dia mengerang lagi. tapi oke lah kalo nggak bisa.. “Heh.. Aku pikir sedikit aneh, kemarin baru dicuci kok sekarang minta dicuci lagi.Tapi peduli amat, yang penting uang masuk kantong, pikirku.




















