“Jangan ngomong sembarangan yah, saya telepon papa atau polisi kalau perlu kalau Bapak macam-macam !” gertaknya sambil menutupi kegugupan. Pak Udin tersenyum puas melihat wajah terangsang Sherin yang bersemu merah. Bokeb Mereka membuka pakaiannya masing-masing hingga bugil. Jabir mencolek cipratan spermanya pada hidung Sherin lalu di tempelkan ke bibirnya.“Nih Non, sayang kalau mubazir, Non kan demen negak peju” katanya disambut tawa kedua pria lainnya. Di saat yang sama Sherin kini melayani penis Pak Irfan dan Pak Udin, tukang kebunnya.Kedua tangan Sherin menggenggam penis itu, mengocok dan mengoralnya secara bergantian. Dia bangkit berdiri tanpa melepaskan pandangan matanya yang penuh nafsu itu dari tubuh telanjang nona majikannya. Lagipula kalaupun ia menolak buang di dalam apakah Pak Irfan mendengarkannya. “Wes…wes…jangan marah-marah melulu dong Non, Bapak bukan mau ganggu Non, itu ada orang dari pabrik dateng katanya mau ambil barang titipan tuan !” kata Pak Udin kalem. Sherin merasakan cairan hangat




















