Seringkali aku diminta bantuan sama mbak Diah untuk jagain si kecil Endah kalo dia lagi sibuk dengan pekerjaan rumahnya, dan aku dengan senang hati melakukannya. Aku berjingkrak gembira. Bokep Montok “aku keluar….. Aku mengimbangi dengan melakukan sedikit penekanan. “makasih mbak… mbak hebat sekali” “kamu juga hebat sayang… kamu memberiku kepuasan yang berbeda hari ini, lain kali mbak boleh minta kan?” “ dengan senang hati mbak” jawabku sambil member kecupan dibibirnya.Aku mengahiri hari itu dengan senyuman, dan beristirahat dengan lelap. Pak Evi… tetangga sebelahku… aku tersurut kaget benar benar tidak menyangka dan setengah tidak percaya dengan apa yang kusaksikan. Pada ketukan kedua aku mendengar langkah kaki mendekati pintu. “mbak… aku udah mau keluar” aku memperingatkan. Nggak tahu kenapa aku sering cari kesempatan untuk bertemu muka biar kecipratan senyum manisnya. Hanya saja tidak bisa sesering ketika masih bertetangga. “anu bu, aku kesiangan jadi gak konsen, maaf ya bu” kataku lagi




















