Sampai suatu hari, hari itu hari Rabu pagi kira-kira jam 10.00, dia datang dengan tergesa-gesa masuk ke dalam salon sambil mencariku.“Mana Rully, mana Rully..” katanya.“Ya Bu.. Zus..” teriaknya langsung ke pemilik salon.“Ada apa Bu?” jawab pemilik salon itu.“Boleh nggak kapan-kapan aku cucinya di rumah saja. Bokep Colmek aduh.. Buah dada yang masih segar, dengan warna coklat muda mendekati warna cream. geli sayang..”Aku tidak peduli, aku lanjutkan gerilyaku. Bapak, Ibu, supir yang kebetulan adalah suami saya sendiri dan saya sendiri.. Kerjanya kurang enak.“Tapi Bu.. Cari kerja susah”, kataku.“Kalau aku bilang bossmu gimana?” katanya tidak mau kalah.“Terserah Ibu, ” kataku lagi tanpa bisa membela diri lagi.“Zus.. Tapi baiklah Bu, kapan Ibu mau Rully siap kok Bu..” kataku mengakhiri permintaannya.“Nah gitu dong..
















