Ia pasti sibukmengatur rumah. Bokep Ojol Mendidik dadaku merasakan tangannya mendarat di pundakku. Aku hanya bisa mematung duduk persis di hadapannya. Cahaya mulai menggerayangi ruangan. Masa di mana sesosok perempuan secantik dewi tiba-tiba hadir memberikan kehangatan dan kenikmatan luar biasa ketika aku masih
duduk di bangku kelas 2 SMA.Cuaca agak mendung ketika sebuah truk boks berhenti di depan rumah kosong persis di sebelah kanan rumahku. Demikian cantik. Aku terkejut. Sebentar lagi pasti hujan. Sungguh malam yang luar biasa. Kulirik sejenak tanggal lahir Mbak Marissa.Benar, ia berusia 26 tahun. Meluncur saja kalimat itu dari mulutku.“Kalau saya kepingin, bagaimana?” tanyaku.Kutatap matanya penuh-penuh. Ia bicara dekat sekali di depanku. Aroma farfumnya tertinggal di ruanganku.“Ya, mbak, selamat malam!” kataku.Jauh dalam hati aku sih pingin bilang,“Please dong temenin saya sebentar! Kulihat dalam remang ia menggigit ujung bibirnya.




















